spacer.png, 0 kB
Home arrow Index Berita arrow Opini arrow JEMBATAN LINTAS TERNATE–TIDORE–HALMAHERA
Main Menu
Home
Etalase
Moloku Kie Raha
Majangpolis
Ragam
Opini
Ekonomi
Internasional
Polmas
Hiburan
Hukum dan Kriminal
Lokal Sport
Manca Sport
SMS Pembaca
Malut Weekend
Malut Trend
Torang pe Rumah
Beranda Perempuan
Sastra & Budaya
Kinarya
Forum Kampus
De' Skul
Plesir
Pojok
TERNATE – warga kayu kelurahan Kayu Merah khususnya yang berdomisili di RT 04 dan 05, Rw 002, meradang, pasalnya air PDAM yang biasanya mengalir dengan lancar sudah sekitar empat minggu mampet.
 
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
JEMBATAN LINTAS TERNATE–TIDORE–HALMAHERA PDF Print E-mail
Friday, 30 January 2009
Dalam Wacana, Investasi dan Investigasi
Oleh : Ir. Muhtar Tjaya.Staff Dosen Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate

Membaca ulasan pada harian ini beberapa hari yang lalu dan antusias tanggapan dari berbagai lapisan masyarakat menyangkut dengan ide atau gagasan dari pemerintah daerah untuk membangun jembatan yang dapat menghubungkan Ternate-Tidore-Halmahera. Berbagai tanggapan yang bersifat pesimistis dan optimistis dari masing-masing pribadi yang dilihat dari apa yang akan dihasilkan bila jembatan impian ini dapat menjadi kenyataan, sedikit catatan yang dapat dijadikan pemikiran kedepan agar ide ini tidak hanya bersifat wacana tanpa aksi dan akhirnya dilupakan, keinginan yang oleh perintah Kota Ternate maupun pemerintah Provinsi selaku penggagas ide untuk membangun proyek prestisius dan agak ambisius ini tidak perlu dipolemikkan lagi siapa yang pertama mempunyai gagasan ini, yang penting saat ini dapat dilihat keinginan dalam bentuk semangat menghubungkan silaturahim dan membangun kebesaran Moloku Kie Raha dengan tidak menyerah pada tantangan dan menjadikan berbagai permasalahan yang ada, yang membuat jembatan ini tidak masuk akal untuk dibangun dan dengan melakukan berbagai tahapan dan analisis untuk menemukan cara-cara penanggulangan Permasalahan sehingga, jembatan Ternate-Tidore-Halmahera bukan lagi sekedar impian yang tidak mungkin, tetapi dapat diwujudkan. 
    
Jembatan Ternate-Tidore-Halmahera (apapun namanya nantinya) merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang akan dikaji dari pentahapannya. Tentu memerlukan investasi yang sangat besar namun investasi yang sehat yang di topang oleh prinsip-prinsip ekonomi universal baik investasi yang oleh negara ataupun investor swasta dengan motif keuntungan finansial ataupun non financial dimana jumlah investasi yang dikeluarkan dan keuntungan atau manfaat yang diterima akan dipakai sebagai bahan pengambilan keputusan tentang sehat tidaknya suatu investasi, maka ide pembangunan jembatan Ternate-Tidore-Halmahera haruslah ditindak lanjuti dengan tahapan kelayakan investasi sebelum dilakukan implementasai.
     
Tahapan proyek jembatan Ternate-Tidore-Halmahera saat ini sudah dimulai, dengan Ide atau gagasan selanjutnya yang akan ditindak lanjuti dengan kegiatan investigasi dalam bentuk studi kelayakan (fisibility studi ) kegiatan fisibility study yang bersifat menyeluruh dan merupakan tahapan proyek dalam melakukan kajian dari aspek kelayakan ekonomis (sehat tidaknya investasi yang dikeluarkan), kelayakan teknis dan kelayakan lingkungan. Hasil studi kelayakan akan digunakan sebagai bahan masukan oleh pengambil keputusan perihal kelangsungan proyek atau investasi, aspek yang dikaji dari pembangunan jembatan ini apakah layak dari aspek ekonomis, teknis, lingkungan, politis dan sosial kemasyarakatan.
     
Kriteria kelayakan erat terkait dengan keberhasilan dan hal ini akan berbeda dari satu dan lain sudut pandang serta kepentingan. Masyarakat mengharapkan keberhasilan pembangunan jembatan ini dari seberapa jauh mereka dapat terlibat dalam mengisi lapangan kerja dan usaha, investasi swasta menitik beratkan pada keberhasilan dari aspek finansial dan ekonomi, sedangkan pemerintah dalam hal ini mempunyai kriteria yang lebih luas lagi, yaitu pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan juga mendorong prakarsa swasta, kelayakan akan melihat dengan melakukan berbagai analisa ekonomi berapa besar biaya yang dikeluarkan dan keuntungan serta manfaat (analisis benefit cost and ratio) yang akan diterima, pengkajian aspek teknis dalam studi kelayakan pembangunan jembatan ini dimaksudkan untuk memberikan batasan garis besar parameter-parameter teknis yang berkaitan dengan perwujudan fisik proyek, secara teknis akan dilakukan survei dan investigasi tentang panjang bentang, daya dukung lahan, kondisi geografis, faktor gempa, gelombang dan arus laut, site serta hal teknis lainnya,  pengakajian aspek teknis amat erat hubungan nya dengan aspek lainnya yaitu aspek ekonomi dan finansial.

Hubungan erat disini diartikan saling memberi masukan dan keputusan mengenai aspek  yang satu tergantung bagaimana dampaknya terhadap aspek yang lain dan sebaliknya. Aspek teknis mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkiraan biaya dan jadwal dan memberikan batasan-batasan lingkup proyek secara kuantitatif. Pada studi kelayakan aspek ini masih dalam bentuk konseptual, pada tahap-tahap selanjutnya dikembangkan menjadi desain engineering terperinci dan menjadi blue print proyek yang akan dibangun. Maksud dan tujuan pengakajian aspek ini dengan merumuskan batasan yang konkret dari segi teknis.

Selanjutnya hasil pengkajian aspek teknis dipakai sebagai masukan pengkajian aspek-aspek lain seperti aspek finansial ekonomi dan lingkungan (AMDAL) keputusan yang diambil dari aspek teknis merupakan keputusan penting bagi kelanjutan proyek, yaitu merupakan komitmen jangka panjang yang berpengaruh terhadap biaya dan jadwal, keputusan untuk melakukan investasi yang dikeluarkan dengan harapan investasi yang dikeluarkan sebanding dengan keuntungan dalam bentuk non finansial dan finansial, keuntungan Finansial dapat diperoleh dengan melibatkan pihak swasta dan bantuan pinjaman yang pengelolaanya menggunakan pemanfaatan jasa tol lainya seperti jasamarga, keuntungan non finansial adalah seberapa besar manfaat yang diperoleh oleh daerah ini dari segi peningkatan kesejahteraan, pemanfaatan lahan yang merata, disrtibusi barang dan jasa, terjadi pengematan biaya transportasi dan kenyamanan yang bila dikonversikan kenilai rupiah akan dilihat angka yang sangat signifikan.

Untuk kajian aspek sosial ekonomi pada pembangunan jembatan ini didasarkan pada keseluruhan manfaat (benefit), beban (disbenefit) dan biaya (cost) yang timbul dilihat dari adanya kegiatan proyek. Setelah memahami teknis analisis finansial yang berkaitan dengan keputusan investasi maka sudah sewajarnya bila kemudian timbul pertanyaan apakah proyek pembangunan jembatan Ternate-Tidore-Halmahera dapat menjanjikan tingkat pengembalian/keuntungan melebihi biaya modal atau investasi yang dikeluarkan akan bernilai positif, sehingga diputuskan untuk dilakukan tahapan selanjutnya.
       
Salah satu kajian dalam analisis kelayakan yang tidak kalah pentingya adalah kajian mengenai analisis dampak lingkungan (AMDAL), kegiatan pembanguanan jembatan ini tentunya menimbulkan berbagai permasalahan yang bersinggungan dengan kelestarian lingkungan yang saat ini belum cukup mendapat perhatian. Kelestarian lingkungan dalam hal ini adalah yang bersifat dinamis dimana lingkungan tetap mampu mendukung taraf hidup yang lebih tinggi, yang memberi arti dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan masih dapat diserap dengan baik oleh daya dukung lingkungan disekitarnya. Kegiatan pembangunan jembatan ini akan membawa dampak positif dan negatif oleh sebab itu agar pembangunan dapat berkesinambungan harus didasarkan pada wawasan lingkungan dengan memperbesar dampak positif dan memperkecil dampak negatif, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan salah satu mekanisme untuk mencapai maksud tersebut diatas. Pihak pemerintah dalam hal ini instansi teknis dan pimpinan proyek yang dipercayakan dan SDM yang terlibat perlu mengetahui prosedur atau tata cara dan perundangan yang mengatur kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, khususnya AMDAL.
       
Pemahaman dan kepedulian pimpro serta pengelola proyek yang lain terhadap masalah tersebut diatas diperlukan setelah diberlakukannnya PP nomor 29 tahun 1986 pasal 6 yang menetapkan, bahwa AMDAL merupakan komponen studi kelayakan dari rencana kegiatan, sehingga proyek prestisius ini pada tahap implementasi belum dapat dimulai sebelum AMDAL diselesaikan dan disetujui oleh piihak yang bertanggung jawab (komisi AMDAL). Meskipun Kegiatan Pembangunan jembatan ini untuk menaikkan tingkat kehidupan masyarakat, perlu disadari, bahwa daya dukung lingkungan terhadap aktivitas pembangunan adalah terbatas, seperti kemampuan menyerap zat tercemar, kemampuan menyediakan sumbera daya, kesiapan lahan, material, dan lain-lain. Berdasarkan sebab-sebab yang diuraikan tersebut, maka sebelum memulai implementasi membangun proyek secara fisik yang dapat menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan diperlukan suatu analisis mengenai dampak lingkungan yang akan berfungsi sebagai instrumen bagi proses pengambilan keputusan.  
       
Menyadari akan besarnya dampak kegiatan pembangunan jembatan ini yang dapat berpengaruh besar terhadap lingkungan pengelolaan lingkungan hidup maka diwajibkan berpegang pada asas pelestarian lingkungan yang serasi dan seimbang bagi peningkatan kesejahteraan, hal ini berarti kegiatan pembangunan proyek dan pengoperasian unit hasil dengan cara memperhatikan kemampuan daya dukung lingkungan di lokasi proyek Kota Ternate, Kota Tidore dan Halmahera. Agar pengelolaan sumber daya secara bijaksana dengan memperkecil dampak negatif dan memperbesar dampak positif. tahapan kelayakan lingkungan dimulai dengan konsultasi publik dengan memberikan informasi seluas-luasnya dan memberikan kepada kesempatan keterlibatan masyarakat terkena dampak baik yang terkena dampak langsung maupun lembaga independent yang peduli akan lingkungan, konsultasi publik dimaksudkan mendapat masukan dari berbagai lapisan masyarakat diatas untuk selanjutnya dilakukan scooping atau pemilahan oleh consultant AMDAL dan disepakati bersama dengan komisi AMDAL tetang isu-isu penting dan metode analisis yang yang akan digunakan dan dituangkan dalam Dokumen Kerangka Acuan AMDAL.

Dengan mengacu pada isu penting yang telah disepakati dalam sidang komisi amdal, maka konsultan AMDAL selaku lembaga independen yang didalamnya terdiri dari berbagai disiplin ilmu akan melakukan kajian dari aspek lingkungan seperti tanah udara dan air, populasi biotis dan pengaruhnya terhadap perairan dan yang paling penting adalah sosial kemasyarakatan, mengenai prespektif dan tanggapan masyarakat terhadap proyek jembatan ini. Keterlibatan masyarakat terkena dampak dimulai dari konsultasi publik dan menyepakti isu penting yang akan dikaji, dalam tahapan selanjutnya akan disusun Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RPL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Pada sidang kedua yang melibatkan pemerintah daerah selaku pemerkarsa, stekholder dan wakil masyarakat setelah disetujui akan menjadi pegangan acuan dalam pelaksanaan fisik bangunan jembatan ini, sehingga prediksi tentang permasalahan dan kendala yang dihadapi sudah persiapkan jauh hari sebelum tahap implementasi dilaksanakan.
       
Apabila dokumen AMDAL yang disusun sebagai salah satu syarat kajian kalayakan maka selanjutnya akan dilakukan tahapan perencanaan teknis dan design dalam bentuk hitungan-hitungan mengenai jenis konstuksi yang akan digunakan. Keberhasilan tidak lepas dari perencanaan yang matang dengan melakukan survey, estimasi kebutuhan biaya, bahan, peralatan dan metode yang akan digunakan, perencanaan tapak dan titik pengeboran yang menghasilkan gambar teknis. Pada tahap perencanaan dimungkinkan dilakukan secara menyeluruh untuk menghindari perubahan design pada saat kegaiatan konstruksi dilaksanakan.

Kebutuhan biaya rinci dan tahapan pelaksanaan akan disusun oleh konsultan perencana dengan dokumen perencanaan yang lengkap kebutuhan biaya rinci yang di peroleh dalam dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dapat disusun dalam beberapa tahap kegiatan yeng nantinya mengacu pada kemampuan secara teknis dan kemampuan pembiayaan oleh daerah, jumlah biaya yang dibutuhkan dalam tahapan tahapan ini tentu jangan membuat kita pesimis dengan kemampuan daerah karena dengan semangat kebersamaan dan apabila nantinya pembangunan jembatan Ternate-Tidore dituangkan dalam salah satu Proyek yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi, dan penganggaran diharapkan didapat dari pinjaman (loan) dan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten dan kota sehingga proyek ambisus ini dapat dimikmati dalam 5, 10 atau 20 tahun mendatang. Semoga. *****
 
< Prev   Next >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Copyright © 2005 - Your Company Name - design my rockettheme.com spacer.png, 0 kB