| Warga Segel Kantor Lurah Maliaro |
|
|
|
| Tuesday, 29 December 2009 | |
|
Buntut Dana Insentif RT/RW Bermasalah Laporan: Sunarti Editor : Oka La Owi TERNATE – Kantor Kelurahan Maliaro sekitar pulul 00.00 WIT disegel warga setempat. Penyegelan yang dilakukan sebagai buntut protes kepada Lurah Maliaro Muhammad Sarbin yang dituding warga melalukan pemotongan dana insentif ketua RT dan RW di keluarahan tersebut. Informasi yang dirangkum Malut Post dari ketua RT maupun RW serta staf lurah menyebutkan, dana intensif yang ditetapkan Pemerintah Kota Ternate untuk setiap RT/RW sebesar RP 300 ribu yang diterima 3 bulan sekali. “Kita tanda tangan berita acara tertulis Rp 300 ribu, tapi yang diterima hanya Rp 250 ribu,” kata salah satu ketua RW Kelurahan Maliaro yang tidak mau namanya dikorankan. Dana intensif yang diberikan Pemkot pada RT/RW yang telah berlangsung kurang lebih dua tahun atau sekitar 8 kali tersebut, hanya dua kali diterimanya sesuai dengan angka dalam berita acara tersebut. “Pertama waktu ambil di kantor camat, kedua di bawa oleh salah satu staf lurah,” katanya. Hal yang sama juga dibenarkan ketua RT lainnya dalam wilayah kelurahan itu. Menurut mereka, tindakan oknum lurah tersebut bukan baru terjadi. Tindakan yang sama pernah dilakukan lurah tersebut, yang akhirnya dilaporkan pada Walikota Ternate. Karena itu, walikota menginstruksikan agar pengambilan dana intensif tersebut diterima langsung oleh masing-masing RT /RW di kantor camat. “Itu terjadi sebelum bulan puasa,” katanya. Dengan mengambil sendiri di kantor Camat dana yang diterimanya sesuai dengan berita acara. Namun, baru satu kali mengambilnya, Lurah kembali mengambil alih dan dia sendiri yang membagikan pada setiap ketua RT dan RW di rumah masing-masing, dengan jumlah uang yang hanya Rp 250 ribu. “Lurah tidak menjelaskan, untuk apa uang tersebut,” katanya. Tak hanya itu, warga juga menuding beberapa bantuan dari pemerintah Kota Ternate seperti telivisi tak berada di kantor. Sementara itu Lurah Maliaro Muhammad Sarbin yang dikonfirmasi kemarin di kantornya membantah melakukan pemotongan dana insentif itu. “Tidak ada pemotongan, semua diberikan sesuai dengan besarnya insentif mereka,” jelasnya. Sementara soal pengalihan pengambilan dana insentif dari kantor camat ke kelurahan, merupakan arahan dari camat. “Camat juga mengarahkan bagi ketua RT dan RW yang malas insentifnya ditahan dulu,” jelasnya.(*) |
| < Prev | Next > |
|---|


