spacer.png, 0 kB
Home
Main Menu
Home
Etalase
Moloku Kie Raha
Majangpolis
Ragam
Opini
Ekonomi
Internasional
Polmas
Hiburan
Hukum dan Kriminal
Lokal Sport
Manca Sport
SMS Pembaca
Malut Weekend
Malut Trend
Torang pe Rumah
Beranda Perempuan
Sastra & Budaya
Kinarya
Forum Kampus
De' Skul
Plesir
Pojok
LABUHA–Harapan dan aspirasi Halmahera Selatan dimekarkan menjadi beberapa kabupaten terus disuarakan. Jika sebelumnya wacana itu disampaikan elemen masyarakat dan kalangan politisi, hal ini disuarakan sendiri Bupati Halsel H Muhammad Kauba.
 
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Pertumbuhan Ekonomi Malut Over Estimate PDF Print E-mail
Wednesday, 30 December 2009
Genjot Investasi Harus Bangun Infrastruktur

Laporan: Muhammad Nur Husen
Editor: Ismit Alkatiri

TERNATE – Pertumbuhan ekonomi Malut sebesar 6,4 persen pada tahun 2010 yang dipatok Pemprov Malut dinilai over estimate (target terlalu tinggi). Demikian halnya harapan arus investasi ke Bumi Moloku Kieraha sebesar Rp 6 triliun pada 2010 merupakan sesuatu yang sulit diwujudkan.

Pandangan ini dikemukakan pakar ekonomi Malut, Rivai Umar yang juga staf ahli Gubernur. Ditemui di rumahnya di bilangan  Jati Lurus, Selasa (29/12) kemarin, Rivai yang mantan Rektor Unkhair itu menyatakan, dua hal menjadi alasan sulitnya mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 persen.

Kedua hal itu, kata dia, yakni dampak krisis ekonomi global yang masih belum pulih dan harga minyak dunia masih tinggi. Kedua hal ini merupakan persoalan fundamental bagi dunia industri dalam menekan cost.

Di sisi lain, kata Rivai, pengolahan sektor bahan baku seperti perkebunan dan perikanan juga belum maksimal karena tidak didukung oleh industri yang memadai. Sehingga, pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari sector informal juga melambat.

Sejauh ini, alokasi anggaran dari pemerintah lebih difokuskan pada stimulus ekonomi rakyat seperti bantuan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Menurut Rivai, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 persen harus diperhitungkan secara matang, terutama jika daerah mampu menggenjot arus investasi swasta baik nasional maupun asing. ”Seyogianya pada 2010, Malut harus membuka akses investasi baik nasional maupun asing seluas-luasnya. Hanya saja, pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur pendukung, sehingga para investor yang ingin berinvestasi pun merasa nyaman untuk menanamkan modalnya di daerah ini.

Paling utama, kata dia, para investor itu diberi kemudahan, perizinan, peluang dan prioritas bagi investor yang akan berinvestasi tersebut. ”Ini harus kita lakukan jika mau pertumbuhan ekonomi mencapai 6,4 persen,” tambahnya.
Namun, Rivai tampaknya pesimis dengan target yang cukup fantastis tersebut. Sebab, dia masih melihat kendala untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut terutama infrastruktur di daerah ini yang belum memadai.

Sebagai contoh, untuk menimbulkan gairah investasi ke Malut maka bukan saja sarana transportasi dan aspek-aspek dasar namun juga fasilitas olahraga dan hiburan juga harus disediakan. Misalnya, kata dia, dengan adanya lapangan golf akan membuat para investor tertarik untuk berinvestasi karena di tengah bisnisnya ada sarana bagi pemenuhan hobi mereka. ”Banyak investor yang mengambil keputusan berinvestasi dari tempat-tempat santai,” tandasnya.(*)

 
< Prev   Next >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Copyright © 2005 - Your Company Name - design my rockettheme.com spacer.png, 0 kB