spacer.png, 0 kB
Home
Main Menu
Home
Etalase
Moloku Kie Raha
Majangpolis
Ragam
Opini
Ekonomi
Internasional
Polmas
Hiburan
Hukum dan Kriminal
Lokal Sport
Manca Sport
SMS Pembaca
Malut Weekend
Malut Trend
Torang pe Rumah
Beranda Perempuan
Sastra & Budaya
Kinarya
Forum Kampus
De' Skul
Plesir
Pojok
TERNATE – warga kayu kelurahan Kayu Merah khususnya yang berdomisili di RT 04 dan 05, Rw 002, meradang, pasalnya air PDAM yang biasanya mengalir dengan lancar sudah sekitar empat minggu mampet.
 
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Mobil Menteri Baru, Bukti SBY Lupa Janji PDF Print E-mail
Wednesday, 30 December 2009


JAKARTA - Pengamat Politik dari Indonesian Institute, Cecep Effendy menyesalkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membiarkan para menteri dan pejabat tinggi negara menggunakan APBN untuk membeli mobil dinas baru, Toyota Crown Royal Salon seharga Rp1,3 miliar per unit.

“Sesungguhnya, pengadaan mobil dinas para pejabat negara itu belum mendesak. Apalagi di tengah masih tingginya tingkat pengangguran rakyat dan belum terujinya kinerja para pembantu presiden. Saya pikir SBY mulai lupa dengan janji-janji kampanyenya yang akan membangun pemerintahan bersih dalam kesederhanaannya," tegas Cecep, ketika dihubungi wartawan, Selasa (28/12).

Dijelaskannya, dibanding dengan APBN 2010, mobilisasi uang rakyat untuk pengadaan kendaraan dinas pejabat itu memang belum setimpal. "Namun akan berbeda keputusannya jika saja para pejabat negara agak sejenak mau merasakan kesulitan yang tengah dihadapi rakyat saat ini," ujarnya.

Bangsa ini masih memiliki puluhan jutaan rakyat mengganggur dan belum memperoleh pendidikan karena tidak tersediannya anggaran untuk membayar gaji guru dan membangun sekolah. “Coba uang Rp1,3 miliar itu dibangun untuk sekolah yang rata-rata membutuhkan dana Rp400 jutaan, maka sudah ratusan sekolah yang terbangun. Jika diberikan pil malaria, obat demam berdarah dan muntaber, akan banyak orang bisa disembuhkan,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan mendesak SBY untuk segera memperingatkan para menterinya soal pentingnya kesederhanaan dalam melaksanakan tugas-tugas. "Jangan seperti sekarang, yang malah membangun citra kemewahan," tegasnya.

Anies pun menyadari bahwa nilai mobil lama dalam perspektif ekonomi telah terjadi deprisiasi, nilainya turun, tetapi ini persoalan politik, bagaimana membaca suasana batin bangsa. "Dalam kondisi sekarang untuk apa, meskipun nilainya nol, tapi masih bisa terus dinaiki, tidak masalah. Dalam mengurus negara jangan gunakan perspektif akunting semacam itu. Harusnya lebih kepada pesan apa yang ingin disampaikan," tandasnya. (jpnn)
 
< Prev   Next >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Copyright © 2005 - Your Company Name - design my rockettheme.com spacer.png, 0 kB